Hanjeli, Pangan Alternatif yang Diseriusi

Sumedang, Agustus 2017. Padu serasi antara Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI) dengan Balai Pengkajian Teknologi Pangan (BPTP) Jawa Barat dituangkan dalam acara Sosialisasi Pangan Alternatif (Hanjeli) di Desa Sukajadi, Kecamata Wado, Kabupaten Sumedang pada Agustus 2017. Acara ini dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Dinas Koperasi dan UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, Unit Pelayanan Terpadu Perdagangan (UPTP) Sumedang, aparat Kecamatan Wado, aparat Desa Sukajadi dan ratusan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, masyarakat diajak untuk bekerja sama dalam hal dukungan tanaman hanjeli sebagai pangan alternatif. Untuk merealisasikannya, BPTP menyediakan bantuan bibit berkualitas dan sarana teknis pertaniannya untuk menghasilkan nilai ekonomis yang lebih dibandingkan komoditi lain.

PIBI yang diwakili oleh Kepala Divisi Program Agus Nugraha memberi dukungan dalam hal pendampingan untuk pengembangan produk (beras, tepung dan sereal hanjeli), pengembangan sumber daya manusia, branding dan packaging, legalitas dan inisiasi pendirian usaha badan hukum koperasi.

Hanjeli sendiri adalah sejenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian (Poaceae). Beberapa varietasnya memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. Hanjeli sendiri adalah nama popular di daerah Jawa Barat sedangkan nama Indonesianya adalah jail atau jail-jali.

Di Jawa Barat, tanaman ini ditanam petani secara konvensional sebagai tanaman langka. Selain sebagai sumber pangan pokok, hanjeli berpotensi besar sebagai tanaman obat. Khasiatnya dipercaya sebagai anti tumor (kanker) dan peluruh air seni. (ff)

Sumber: Badan Litbang Pertanian (https://new.litbang.pertanian.go.id/tahukah-anda/99/ )

0 responses on "Hanjeli, Pangan Alternatif yang Diseriusi"

Leave a Message

Your email address will not be published.

top
Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin © 2022
X