Kuliah Bisnis “Creativepreneur Zaman Next”

Jatinangor, 3 Oktober 2018.

Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) mengadakan Kuliah Bisnis ” Creativepreneur Zaman Next” di GSG Graha Suhardani Ikopin.

Pemberi Materi adalah Sabar Situmorang seorang Creative Cultural Entrepreneurship yang juga Mentor Bisnis MBA ITB.

Acara Kuliah Bisnis, dibuka oleh Rektor Ikopin (DR. Burhanuddin Abdullah, MA.) yang menekankan pentingnya Kreativitas bagi suatu Eksistensi.

Berikut pokok materi yang disampaikan oleh sabar Situmorang :

” Ada 3 perikop yang saya siapkan untuk dipapar kepada ratusan mahasiswa yang rata-rata kelahirannya akhir tahun 2000. Berarti mereka semua adalah generasi pasca-milenial alias generasi zaman next. Ketiga perikopnya adalah:

  1. Fenomena Global V-U-T-E-I
  2. Context 1-1-1
  3. 6 Modes of Liteness

FENOMENA GLOBAL V-U-T-E-I:

Fenomena dunia bisnis kedepan memiliki 5 kecenderungan kuat, yaitu:

  1. V = VOLUME

(Realitas Kemassalan)

Realitas di mana bisnis bertarung sangat mengandalkan produktivitas yang sangat tinggi. Tawaran prasmanan pilihan barang & jasa yang disembur bak tsunami kepada konsumen. Kompetisi secara kuantitatif menguat, sehingga peta pertarungan bisnis semakin kontras perbandingannya. “Barrier of entry” pun semakin ketat.

Anda mau melawan IKEA ? Siap-siaplah melawan produktivitasnya yang edan.

  1. U = UNIFORMITY

(Realitas Keseragaman)

Lihat fenomena dunia gaya hidup fesyen hari ini. Zara, H&M, Uniqlo, Max, American Eagle, Pull & Bear, Stradivarius, Bershka, dlsb. Distingsi produk-produknya semakin tidak terasa. Konsumen dipaksa memilih tawaran produk yang visualnya nyaris homogen. Begitu jugalah fenomena yang sama terjadi untuk banyak produk bisnis lainnya. Sebagai pebisnis pemula berat bertarung tren dengan mereka.

  1. T = TIME

(Realitas Ketergesaan)

Mengamati realitas bisnis hari ini dalam menawarkan kecepatan & percepatan layanan konsumen sungguh menjadi preposisi yang niscaya. Kelincahan (agility) menjadi determinan persaingan. Langgam pelayanan ala Kantor Pos Indonesia sudah gak diminati. Grab & Gojek yang bagai piranha sudah merangsek pemain lama tersebut menjadi gak relevan. Kelincahan menjadi “password” sukses.

  1. E = ELECTRONETS

(Realitas Keterhubungan)

Berjejaring dengan berbagai entitas bisnis lain (collaboration) menjadi wajib di masa depan. Pemasok bahan, mitra produksi, perbankan, transportasi, konsultan, pemasok teknologi, dll menjadi kolaborasi yang jamak ke depan. Tidak memungkinkan lagi satu bisnis dapat mendeliver barang atau layanan yang semuanya ditangani sendiri hulu-hilir. Cara bayar yang tidak apdetpun bisa bikin gak kompetitif & woles.

  1. I = INFINITY

(Realitas Ketidakbertepian)

Kepada para mahasiswa, saya pesankan, sebagai pemula bisnis sangat berat jika berkompetisi dengan korporasi besar yang mengandalkan kekuatan no.1-4. Sehingga kekuatan “infinity” alias kekuatan kreativitas adalah kunci rahasia bagi pebisnis pemula untuk bisa tumbuh-kembang.

Keunggulan kreatif tidak diukur dari besarnya kekayaan kapital, sais bisnis, usia bisnis, dll. Andalkanlah kreativitas !

CONTEXT 1-1-1:

Sebagai “creativepreneur”, saya menyarankan mahasiswa untuk beranilah memulai bisnis sendiri. Jangan kongsian. Positifnya, jika berkongsi memang secara modal & resiko membikin bebannya ringan. Tetapi negatifnya juga mengancam, akibat potensi faktor ego yang setiap saat bisa memantik “conflict of interest”.

Jangan obsesif besar (megalomania). Di masa depan yang berpeluang sukses adalah bisnis yang berfilosofi debu: kecil, terhubung, kreatif, fokus, adaptif, ringan, lincah & berbisa. Context 1-1-1 mengajarkan pebisnis pemula untuk berani: Berbisnislah 1 orang – Carilah 1 ide gokil – Sasarlah 1 target yang dikenal.

6 MODES OF LITENESS:

Bisnis di masa depan, yang sarat dengan realitas era Keberlimpahan, era Kesementaraan & era Kedangkalan, maka untuk bisa suatu bisnis sukses berjaya dibutuhkan 6 Modus Ringan (Mode of Liteness), yaitu:

  1. Ringan Tafsir (Empathy)

Bisnis mudah dipahami pasar.

  1. Ringan Harga (Affordability)

Bisnis berharga ekonomis.

  1. Ringan Akses (Availability)

Bisnis mudah ketersediaannya.

  1. Ringan Fisikal (Understandability)

Bisnis mudah dipahami produknya.

  1. Ringan Rima (Agility)

Bisnis adaptif dengan emosi pasar.

  1. Ringan Alasan (Attractability)

Bisnis berdaya tarik paripurna.

Creativepreneur zaman next harus cermat menyiasati semua fenomena ini.

KECIL, LINCAH & KREATIF adalah jawaban untuk mengantisipasi semua fenomena bisnis baru yang akan nyata di masa hadapan bagi para generasi pasca-milenial. “.

#IF

0 responses on "Kuliah Bisnis "Creativepreneur Zaman Next""

Leave a Message

Your email address will not be published.

top
Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin © 2022
X